RESUME MATERI PKKMB UNUSA 2025 DAY 1



PENGUATAN LITERASI KEUANGAN UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MAHASISWA.
Materi yang di sampaikan oleh bapak Prof. Yudi Latif, MA., ph.D 


Mahasiswa berada pada fase transisi penting: mulai mengatur uang saku, beasiswa, atau gaji part-time secara mandiri. Tantangannya bukan hanya biaya kuliah dan hidup, tapi juga tekanan gaya hidup dan risiko terjerat utang. Dampaknya menyentuh banyak aspek—finansial, akademik, mental, hingga masa depan.

Strategi Penguatan Literasi Keuangan Peran Kampus: Integrasi materi ke kurikulum, workshop rutin, layanan konseling keuangan, hingga platform digital interaktif.

Peran Komunitas: Klub literasi keuangan, mentoring alumni, dan kampanye kreatif via media sosial.

Peran Individu: Proaktif mencari informasi, menerapkan manajemen keuangan pribadi, serta membangun mindset “uang sebagai investasi masa depan.”


Dampak Positif
Finansial: lebih hemat, mulai menabung/investasi, terhindar dari utang konsumtif.
Akademik: fokus belajar meningkat karena stres keuangan berkurang.
Mental & Emosional: rasa percaya diri bertambah, konflik sosial berkurang.
Masa Depan: siap meraih tujuan hidup jangka panjang dengan fondasi keuangan kuat.


Kurangnya minat mahasiswa dapat diatasi dengan gamifikasi, studi kasus nyata, serta ruang diskusi yang aman dan tanpa stigma. Kolaborasi dengan OJK, BI, atau lembaga keuangan juga memperkaya sumber daya.

Kesimpulan
Literasi keuangan bukan sekadar pengetahuan tambahan, tapi bekal hidup yang membentuk mahasiswa lebih mandiri dan dapat bertanggung jawab.


SISTEM PENDIDIKAN TINGGI DI UNUSA
Materi yang di sampaikan oleh Prof. Kacung Marijan, Drs., MA., ph. D, selaku wakil Rektor 1 UNUSA

1. Identitas & Afiliasi
UNUSA adalah perguruan tinggi swasta di Surabaya yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia. Kampus ini menanamkan nilai ke-NU-an seperti moderasi, toleransi, dan kearifan lokal sebagai dasar pengembangan ilmu dan pembentukan karakter mahasiswa.

2. Visi & Misi
Tujuan utama UNUSA adalah mencetak lulusan yang unggul secara akademik, berakhlak mulia, serta mampu berkontribusi untuk pembangunan bangsa. Keilmuan universal dipadukan dengan nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja).

3. Fakultas & Program Studi
UNUSA memiliki beberapa fakultas: Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Ilmu Kesehatan, Sains & Teknologi, Ekonomi & Bisnis, Agama Islam, Psikologi, dan Hukum. Program studi yang ditawarkan meliputi S1, D3, dan profesi (seperti Dokter dan Ners). Bidang kesehatan menjadi salah satu keunggulan utama UNUSA.

4. Sistem Pembelajaran
Menggunakan sistem kredit semester (SKS), rata-rata 20–24 SKS per semester untuk S1. Kurikulumnya berbasis standar nasional (SN-DIKTI, KKNI) sekaligus khas Aswaja, misalnya dengan mata kuliah ke-NU-an. UNUSA juga menerapkan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang memberi kesempatan mahasiswa magang, pertukaran pelajar, atau proyek sosial. Metode pembelajaran menggabungkan kuliah tatap muka, blended learning, diskusi, presentasi, serta penelitian sederhana.

5. Penerimaan Mahasiswa
Jalur masuk meliputi prestasi, ujian mandiri, SPAN-PTKIN, UM-PTKIN, hingga jalur khusus untuk hafidz/hafidzah Al-Qur’an. Syarat utamanya lulusan SMA/SMK/MA/sederajat dengan dokumen administrasi lengkap. Untuk prodi kesehatan ada tambahan syarat surat keterangan sehat.

6. Penjaminan Mutu
UNUSA terakreditasi BAN-PT, dengan peringkat akreditasi berbeda tiap prodi. Universitas memiliki Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) melalui evaluasi kurikulum, evaluasi pembelajaran, audit mutu internal, serta tracer study untuk menilai relevansi lulusan dengan dunia kerja.

7. Layanan & Fasilitas
Mahasiswa didukung oleh layanan akademik berbasis sistem online (KRS, nilai, jadwal), bimbingan konseling, program beasiswa, serta kegiatan kemahasiswaan. Fasilitas kampus meliputi perpustakaan fisik dan digital, laboratorium kesehatan, komputer, bahasa, ruang kelas ber-AC, masjid, wifi area, kantin, area olahraga, hingga rumah sakit pendidikan sebagai sarana praktik mahasiswa kesehatan.

8. Biaya Pendidikan & Beasiswa
Biaya kuliah terdiri dari SPP awal (sumbangan pengembangan), SPP per semester, biaya praktikum, serta registrasi. UNUSA menyediakan skema pembayaran cicilan dan berbagai beasiswa, seperti Beasiswa Prestasi, Tahfidz, KIP Kuliah, serta beasiswa dari yayasan dan lembaga lain.

9. Karakteristik Khas
UNUSA menonjolkan penguatan nilai Aswaja dalam seluruh aspek akademik dan non-akademik, memiliki keunggulan di bidang kesehatan, serta mendorong mahasiswa dan dosen aktif dalam pengabdian masyarakat berbasis sosial-keagamaan. Suasana kampus bernuansa Islami, religius, sekaligus inklusif.

Kesimpulan:
UNUSA adalah perguruan tinggi NU di Surabaya yang menggabungkan standar nasional pendidikan tinggi dengan nilai keislaman moderat. Kekuatan utama kampus ini ada di bidang kesehatan dan keagamaan, dengan dukungan fasilitas lengkap, sistem pembelajaran modern, beragam jalur penerimaan, serta ketersediaan beasiswa. Mahasiswa tidak hanya dibentuk menjadi cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter, religius, dan peduli masyarakat.




STRATEGI MENUMBUHKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS UNTUK MENEMUKAN SOLUSI TERBAIK 
Materi yang di berikan oleh                   Dr.Pulung Siswantoyo,SKM.,M.KES.


Berpikir kritis adalah kemampuan menganalisis informasi secara objektif dan membuat penilaian yang masuk akal. Berikut adalah beberapa strategi efektif untuk mengembangkan kemampuan ini:

1. Kembangkan Rasa Ingin Tahu
Ajukan pertanyaan "mengapa" dan "bagaimana" secara teratur Jangan menerima informasi begitu saja tanpa pemahaman mendalam
Selidiki akar masalah, bukan hanya gejalanya.

2. Analisis dari Berbagai Perspektif
Carilah pendapat dari berbagai sumber dengan sudut pandang berbeda pertimbangkan solusi alternatif sebelum membuat keputusan hindari terjebak dalam cara berpikir tunggal.

3. Latih Penalaran Logis
Pelajari struktur argumen yang valid identifikasi kesalahan logika (logical fallacies) dalam pemikiran pisahkan fakta dari opini atau asumsi

4. Gunakan Kerangka Kerja Pemecahan Masalah, terapkan metode seperti PDCA (Plan-Do-Check-Act). Gunakan pendekatan 5 Whys untuk menemukan akar masalah. Terapkan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats).

5. Waspadai Bias Kognitif
Kenali bias seperti bias konfirmasi, bias anchor, dan bias ketersediaan. Carilah informasi yang mungkin bertentangan dengan keyakinan Anda. Libatkan orang lain dalam proses pengambilan keputusan untuk mendapatkan perspektif berbeda

6. Praktikkan Refleksi Diri
Luangkan waktu untuk merenungkan keputusan yang telah dibuat.
Evaluasi hasil dari proses berpikir Anda
Pelajari dari kesalahan dan keberhasilan

7. Terlibat dalam Diskusi dan Debat
Ikuti forum diskusi dengan orang yang memiliki pandangan berbeda dan belajar mendengarkan aktif dan memahami argumen orang lain.
Latih menyampaikan argumen dengan bukti dan alasan yang kuat.

8. Belajar secara Terus-menerus
Baca berbagai sumber informasi dari berbagai disiplin ilmu Ikuti pelatihan atau kursus tentang logika dan pemecahan masalah.
Terapkan pengetahuan baru dalam situasi nyata, dengan secara konsisten menerapkan strategi-strategi ini, Anda akan mengembangkan kemampuan berpikir kritis yang kuat, yang pada gilirannya akan membantu Anda menemukan solusi terbaik untuk berbagai masalah yang dihadapi. Ingatlah bahwa berpikir kritis adalah keterampilan yang membutuhkan latihan terus-menerus untuk dikuasai.








Postingan populer dari blog ini

RESUME; KEPEDULIAN TERHADAP DIGITAL MENTAL HEALTH GENERASI MUDA UNUSA MEMPERKENALKAN NOMOLITERA

RESUME MATERI PKKMB UNUSA 2025 DAY 2